Restya's Way: SENI BUDAYA
Tampilkan postingan dengan label SENI BUDAYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SENI BUDAYA. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 November 2018

Alat atau Instrumen Musik Tradisional/Daerah
November 19, 20181 Comments



    Menurut sumber bunyinya, instrumen musik tradisional dibagi menjadi lima kelompok, yaitu sebagai berikut.

a. Idiofon
    Idiofon yaitu alat musik yang sumber bunyinya dari badan alat musik itu sendiri. Cara memainkanya dipukul dengan alat pemukul. Contohnya saron, gender, angklung, bonang, gong, dan sebagainya.

(Saron)
b. Kordofon
    Kordofon adalah jenis instrumen musik yang sumber bunyinya berasal dari dawai atau senar. tubuh instrumen atau resonator umumnya terbuat dari kayu. Contohnya (yang dipetik) gitar, ukulele, banjo, siter, kecapi, sasando, (yang digesek) rebab, kontra, bass, (yang dipukul secara mekanik) piano.
(Gambar Gitar)
c. Aerofon
    Aerofon adalah jenis instrumen musik yang sumber bunyinya berasal dari getaran udara dalam tabung. Cara memainkannya yaitu dengan ditiup. Contohnya seruling, kledi, dan lain-lain.

(Gambar Seruling)

d. Elektrofon
     Elektrofon adalah jenis instrumen musik yang sumber bunyinya berasal dari sinyal hasil osilasi (getaran) sirkuit elektronik. Contohnya organ, electrone, dan sejenisnya. Dalam kesenian tradisional daerah instrumen elektrofon yang digunakan contohnya adalah pada orkes gambang kromong.

(Gambar Electrone)

e. Membranofon
    Membranofon adalah instrumen yang sumber bunyinya berasal dari kulit membran. Contohnya kendang, ketipung, dan lain-lain.
(Gambar Ketipung)

Reading Time:
Ciri-Ciri Umum Musik Tradisional
November 19, 20180 Comments

Ciri-Ciri Umum Musik Tradisional



    Ciri-ciri musik tradisional, antara lain sebagai berikut.
a. Ide musik disampaikan oleh komponis tidak melalui tulisan bernotasi atau partitur, tetapi secara lisan. Misalnya, ia menyanyikan gabuhannya di hadapat orang lain ketika ronda malam. Ide itu kemudian dihafalkan oleh masyarakat daerah tersebut. Contoh lain, komponis mengajarkan ide musiknya secara langsung kepada pemain musik atau orang lain.

b. Musik tradisional diwariskan turun-menurun dari generasi ke generasi. Generasi tua mengajarkan komposisi musik musik daerah kepada generasi muda. Mereka juga mengajarkan cara memainkan alat musik tradisional kepada anak-anaknya.

c. Syair lagunya berbahasa daerah. Selain itu, alunan melodi dan iramanya juga menunjukkan ciri khas kedaerahan. Contoh, lagu daerah Jawa, syairnya berbahasa Jawa dan alunan melodinya menggunakan nada-nada dari tangga nada pentatonis pelog dan slendro. Demikian juga lagu dari daerah Jakarta, syairnya berbahasa Betawi dan alunan melodi umumnya dari tangga nada diatonis.

d. Musik tradisional juga melibatkan alat-alat musik daerah. Umumnya lagu-lagu daerah di Indonesia juga diiringi oleh alat-alat musik dari daerah-daerah tersebut. Contoh, lagu-lagu daerah Jawa umumnya diiringi oleh alat musik khas Jawa, yakni Gamelan. Demikian juga lagu-lagu daerah Sulawesi Utara umumnya diiringi alat musik khas Sulawesi Utara, yakni Kolintang.
Reading Time:
Teknik Pembuatan Karya Seni
November 19, 20180 Comments

Teknik Pembuatan Karya Seni Tiga Dimensi


    1) Teknik Pahat
         Teknik pahat adalah teknik pembuatan karya seni kriya dengan cara mengurangi sedikit demi sedikit sehingga menjadi suatu bentuk yang diinginkan. Bahan dan alat yang digunakan dalam teknik paham, antara lain kayu, batu, es, dan tanah.

    2) Tenik Butsir
         Teknik butsir digunakan untuk menambah atau mengurangi bahan dengan bantuan telapak tangan sehingga menjadi bentuk yang diinginkan. Bahan dan alat yang digunakan, diantaranya tanah liat, lilin, malam, dan bubur kertas.

    3) Teknik Cetak/Cor
        Teknik cetak adalah teknik membuat karya seni kriya dengan cara memasukkan bahan atau cairan kedalam cetakan. Bahan dan alat yang biasa digunakan, di antaranya adalah semen, plastik, logam, atau fiberglas.

    4) Teknik Sambung/Merakit
        Teknik sambung, yaitu teknik membuat seni kriya dengan cara menyambung bahan yang satu dengan bahan yang lainnya. Bahan dan alat yang dibutuhkan dalam teknik ini berupa kayu, bambu, logam, lem, las, paku, tali, dan ijuk.

    5) Teknik Plester/Menempel
        Teknik ini disebut juga denganteknik kontruksi. Teknik plester, yaitu teknik pembuatan seni kriya dengan cara menempelkan bahan satu dengan bahan yang lainnya sehingga menghasilkan suatu bentuk yang diinginkan. Bahan dan alat yang digunakan, di antaranya pasir, bubur kertas, besi, kawat, semen, dan plastisin.
Reading Time:
Jenis Seni Rupa
November 19, 20180 Comments

Jenis Seni Rupa Berdasarkan Fungsinya


     Adapun seni rupa ditinjau dari segi fungsinya dibagi menjadi dua kelompok sebagai berikut.

a. Seni Rupa Murni
    Seni rupa murni adalah karya seni rupa yang dibuat sebagai hasil ekspresi untuk dinikmati keindahannya. Tujuan utama penciptaan seni rupa murni adalah untuk memenuhi kebutuhan akan kepuasan batin senimannya. Namun demikian, dalam hal tertentu karya seni rupa murni dapat pula diperjualbelikan atau memiliki fungsi sebagai benda pajangan dalam sebuah ruang. Berikut penjelasan singkat mengenai beberapa jenis karya seni rupa murni. 

    1) Seni Patung
        Seni patung yaitu salah satu jenis seni rupa murni yang berwujud tiga dimensi. Patung dapat dibuat dari bahan batu alam, atau bahan-bahan industri seperti logam, serat gelas, dan lain-lain.

(Gambar Seni Patung)
    2) Seni Lukis
        Seni lukis yaitu salah satu jenis seni rupa murni berwujud dua dimensi yang pada umumnya dibuat di atas kain kanvas berpigura dengan bahan cat minyak, cat akrilik, atau bahan lainnya.

(Gambar Seni Lukis)
    3) Seni Grafis (Cetak)
        Seni grafis merupakan seni rupa murni dua dimensi yang dikerjakan dengan teknik cetak, baik yang bersifat konvensional maupun melalui penggunaan teknologi canggih. Sesuai dengan proses pencetakannya karya seni grafis terbagi menjadi empat jenis, antara lain cetak tinggi, cetak dalam, cetak saring, dan cetak datar.

(Gambar Seni Grafis)

b. Seni Rupa Terapan
    Seni rupa pakai/terapan adalah karya seni rupa yang dibuat untuk dimanfaatkan bagi kebutuhan manusia, tetapi tetap mempertahankan nilai kesenangan atau keindahannya. Contohnya seni arsitektur, seni kriya, tata busana, dan tata rias.
    
    1) Seni Kriya
        Seni kriya merupakan hasil gagasan, ide, pikiran, perasaan, apresiasi, dan ciptaan manusia yang memiliki nilai estetik, yang diwujudkan dalam bentuk benda melalui proses kegiatan kreatif. Seni kriya dapat juga diartikan sebagai hasil daya cipta manusia melalui keterampilan tangan untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohaninya, serta umumnya dibuat dari bahan-bahan alam.

(Gambar Seni Kriya)

    2) Desain
        Desain merupakan kegiatan reka letau atau perancangan. Pada dasarnya, semua karya seni melalui proses kegiatan proses perancangan sebelum diproduksi atau diwujudkan dalam bentuk jadi yang sesungguhnya. Pengertian desain saat ini lebih sering digunakan untuk menunjukkan proses perancangan karya-karya seni rupa terapan, seperti desain komunikasi visual, desain interior, dan desain produk.
Reading Time:
Hakikat Seni Rupa
November 19, 20180 Comments

     Menurut ensiklopedia Indonesia, seni adalah penciptaan benda atau segala hal yang karena keindahan bentuknyam orang senang melihat atau mendengar. Seni adalah salah satu unsur kebudayaan yang tumbuh dan berkembang sejajar dengan perkembangan manusia selaku pengubaah dan penikmat seni.

1. Jenis-Jenis Karya Seni Rupa
    Seni rupa adalah ungkapan gagasan dan perasaan manusia yang diwujudkan melalui pengolahan media dan penataan elemen srta prinsip-prinsip desain. Seni rupa merupakan cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Berdasarkan dimensinya, karya seni rupa dibedakan sebagai berikut.

    a. Seni Rupa Dua Dimensi (Dwimatra)
        Seni rupa dua dimensi (dwimatra) adalah karya seni rupa yang memiliki ukuran panjang dan lebar dan hanya dapat dilihat nilai estetikanya dari satu arah. Ciri-ciri karya seni dua dimensi sebagai berikut.
        1) Dapat dilihat dari satu arah, yaitu arah depan.
        2) Dibuat pada bidang datar.
        3) Mempunyai ukuran panjang dan lebar.
        4) Memiliki dimensi luas.
        Contoh karya seni rupa dua dimensi, antara lain : seni lukis, ilustrasi, seni dekorasi, poster, batik, foto, dan wayang kulit.

(Lukisan)
(Motif Batik)
       b. Seni Rupa Tiga Dimensi (Trimatra)
           Seni rupa tiga dimensi (trimatra) adalah karya seni rupa yang memiliki ukuran panjang, lebar, tinggi, dan tebal, serta dapat dilihat nilai estetiknya dari berbagai arah. Karya seni rupa tiga dimensi/trimatra memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
           1) Mampu dinikmati dari segala arah mata.
           2) Memiliki koordinat X,Y, dan Z.
           3) Memiliki 3 ukuran, yaitu panjang, lebar, dan tinggi.
           4) Frame memiliki layar yang luas.
           5) Ada efek cahaya.
           6) Penggunaan warnanya lebih kompleks dan memiliki gradasi-gradasi warna.
           Contoh karya seni rupa tiga dimensi, antara lain : Patung, meja, kursi, dan lainnya.
     
(Gambar Patung)
(Gambar Kursi Kayu)


       c. Seni Relief
           Seni relief berada di antara seni rupa dua dimensi dan seni rupa tiga dimensi. Seni relief memiliki ketebalan, tetapi hanya dapat dilihat atau dinikmati dari satu arah. Seni relief banyak ditemukan pada ukiran dinding candi.

(Gambar relief pada dinding Candi Borobudur)

(Gambar relief pada dinding Candi Prambanan)




Reading Time:

@way2themes